HUAMUAL

17.14

Anvaal Oop Lokki 1652
 
Kerajaan huamual merupakan sebuah kerajaan yang telah memiliki konsep kenegaraan, karna memilki rakyat yg besar, memiliki teritorial, memilki sistem pemerintahan, memiliki lambang & Bendera kerajaan. Dalam beberapa dokumen kolonial belanda, digambarkan bahwa lambang kerajaan Huamual terdiri atas dua lambang, yakni:

LAMBANG
1). Lambang sekekor "Burung Guheba" yg disebut " Mual Nagara Takka latu manu ela lessy" (Pataka kerajaan)
2). Lambang "Ular kepala naga", yg di sebut sebagai "Mual Nagara taka latu nija lessy" (pataka Prajurit).

BENDERA
 
Bendera Kerajaan Huamual bendera bulan sebelah, bulan merah/bulan sabit yg disebut "Hulan liu kau hula".

Dalam Dokumen tersebut dijabarkan bahwa sebagian masyarakat huamual melakukan segala aktifitas kerajaan harus sesuai dgn perbintangan yakni budaya "TANOAR" artinya bahwa melakukan segala sesuatunya berpatokan pada perhitungan bulan langit (hulan Lanite), sehingga bendera tersebut merupakan suatu defenisi dari budaya & tradisi masyarakat huamual.
 
Dalam dokumen yg lain, disebutkan bahwa pulau seram terbagi menjadi dua bagian yaitu seram daratan kecil (Halbinsel Hoalmoal) & seram daratan besar, Huamual memilki kekuasaan meliputi seram daratan besar dan pulau2 lainnya.

Abad ke 7 masehi, kerajaan sriwijaya merupakan pusat bandar perdagangan, semua armada perdagngan menjadikan sriwijaya sebagai tempat persinggahan dengann tujuan pembelian Rempah2 di indonesia bagian timur yakni kepulauan maluku. nah jika maluku adalah pusat dari hasil rempah2 dunia, maka tak ayal lagi jika huamual merupakan bandar dan pusat penghasil rempah2 di maluku. hal ini sangat di perkuat oleh karna perang huamual adalah perang cengkeh dan pala.
 
Sistem perdagangan internasional tak mungkin melakukan pembelian Cengkeh & pala dari masyarakat antar pulau, tetapi sewajarnya harus memiliki bandar perdagangan, yg mana pastinya tertata dengan baik sesuai denga sistem perdagangan dunia pada saat itu.

Dalam beberapa catatan RUMPIUS di sebutkan juga bahwa saat beliau melakukan penelitian di leihitu, dia mengatakan bahwa keadaan di pulau ambon masih dalam keaadaan yg sangat mengkuatirkan sebab masih terjadi peperangan/pergolakan di hitu dan huamual di pimpin leh Gimelaha Majira. nah sdh sangat terbukti bahwa Gimelaha majira yg memimpin pergolakan melawan kolonial belanda di huamual dan jasirah leihitu, apakah hal tersebut menyatakan kalau hitu juga merupakan bagian dari huamual.(Perlu di teliti).

Perlu kita ketahui bahwa Kerajaan Huamual terdiri dari 99 negeri, yg kemudian di basmi oleh Kolonial belanda, sehingga peperangan Huamual adalah merupakan suatu Proses "Genosida" (Pembasmian/pembunuhan masal terhadap Etnik/masyarakat huamual). Banyak penduduk Huamual yg melarikan diri keluar dari daerahnya dan mencari pemukiman baru tersebar hampir di seluruh pelosok adapun di pulau ambon contohnya, Negeri Hatu yg semua penduduknya adalah merupakan pelarian dari daerah (Hena Hatu) Piru Jasirah Huamual. demikian juga di Negri liang, ada tempat tinggal masyarakat huamual sehingga tempat itu di beri nama Hunimua, yg kemudian membaur dengann masyarakat setempat.
 
Beberapa mata rumah di ujung nusaniwe,latuhalat,seilale amahussu adalah merupakan anak2 cucu Huamual yg sampe sekarang masih menempati daerah tersebut. demikian juga di negeri soya, kilang,naku, ema,hatalai,Hutumury, merupakan daerah2 yg didatangi masyarakat huamual ketika terjadi peperangan di daerahnya.
 
sebagian masyarakat Pulau buru, merupakan ketrurunan dan anak cucu huamual yg hingga saat ini menepati pulau tersebut. dan masih banyak lagi yg tdk kami sebutakan seperti di pulau saparua, [pada saat perang ama ihal, kerajaan Huamual mengirimkan 66 pucuk Meriam dengan pasukannya untuk membantu kerajaan Iha, pasuklan2 tersebut akhirnya menetap di saparua hingga kini.
 

Di maluku,semua daerah mengklaim dirinya sebagai kerajaan tetapi tidak memiliki Bendera kerajaan, tapi yal yg sangat nyata adalah kerajaan huamual, disitu digambarkan dengan jelas bentuk bendera kerajaan yg berdiri Megah di ibukota kerajaan huamual. di Negeri2 yg lain banyak megklaim dirinya sebagai kerajaan, bahkan memproklamirkan sejarah negerinya sebagai yg tersohor. Huamual telah hilang di ingatan mereka, tetapi huamual menyimpan banyak mistery sejarah, yg jika diangkat akan menjadi ukuran bagi budaya bangsa maluku.


By: Jeffrey Riry


Sumber  : http://rirylokki.blogspot.com/2009_11_01_archive.html

You Might Also Like

19 komentar

  1. Heheee... subjekif bangat ... tdk memiliki bukti sejarah yang kuat... klo sebagian masyarat Huamual ada di Saparua tentunya bukan membantu kerajaan Amaihal tetapi merupakan pasukan walanda... sebab masyarakat dari luar saparua yg kini menetap di saparua adalah sisa2 prajurit walanda dalam perang Iha. Tdak ada satu catatan pun yg memuat bendara Kerajaan Huamual, Sebagai suatu kerajaan tentunya raja memiliki mahakota seperti mahakota sultan ternate, tidore, latu sapacua latu dan lain-lain, tiap kerajaan memiliki pusat kerajaan atau kota raja... huamual dimana ???? ... Jangan putar bale sejarah org samua tau, banyak catatan sejarah bahwa siapa pimpinan perang Hitu... Gimelaha merupakan bagian dari struktur kesultanan Ternate, jd sesuangguhnya tidak ada yang namanya kerajaan Huamual yang ada hanya semenanjung Huamual yg berada di bawah kekuasaan Kesultan Ternate...

    BalasHapus
  2. Kalo bicara Kerajaan Ternate/Tidore...berarti berbicara Kerajaan Huamual, karena Kerajaan Ternate/Tidore itu berada dibawah kekuasaan Kerajaan Huamual bung...

    BalasHapus
  3. Dalam catatan sejarah tidak ada nama huamual yang ada hanyalah HOAMUAL

    BalasHapus
  4. klo bung putra tanjung sial katakan huamual bkn kerajaan lalu kerajaan Sahulau,Kerajaan Soya,Kerajaan Iha,Kerajaan Hitu Itu juga bkn kerajaan kah????

    berarti buat apa semua Negeri Adat Di Maluku pemimpinnya Bergelar Raja Kalau Bkn Dulunya ada Kerajaan2 Kecil Setelah Pecahnya Kerajaan Besar Nunusaku...

    BalasHapus
  5. Putra Tanjung Sial belajar sejarah dari sumber mana? atau hanya pembodohan dari nenek moyang kamu ya? bicara sejarah itu harus dengan fakta anda punya fakta tertulis ada ya? kalau ada mari kita buktikan anda punya Yg benar atau saya.....

    BalasHapus
  6. Putra Tanjung Sial belajar sejarah dari sumber mana? atau hanya pembodohan dari nenek moyang kamu ya? bicara sejarah itu harus dengan fakta anda punya fakta tertulis ada ya? kalau ada mari kita buktikan anda punya Yg benar atau saya.....

    BalasHapus
  7. Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.

    BalasHapus
  8. Bukan tepi apa bila di bongkar dunia akan tau semuanya dan Indonesia akan malu dan tidak mampu membayangkan dosennya pada kerajaan tersebut.Nagara takkan lattu manu ela lessy. Ingat disinilah RMS dibentuk dan di hilangkan.

    BalasHapus
  9. Bung Julian Soplanit Terima kasih.... saya ingin sekali bisa bertemu dengan anda dan kita berbagi bukti sejarah masih banyak yang tersimpan di saya dan saya masih rasa kurang mungkin kelebihan di beliau bisa menambah banyak bukti bukti lain.....

    BalasHapus
  10. Bicara banyak saja. Macam kamong ada masa itu ka. Tutup prophen

    BalasHapus
  11. Bicara banyak saja. Macam kamong ada masa itu ka. Tutup prophen

    BalasHapus
  12. Dalam Dokumen Rumphius tida ada kerajaan Huamual yang ada semenajung Hoamual, di sana terdapat banyak negeri di Antaranya, Negeri Erang, Tabinalo (Tapinalo), Nola, Esau Mulut terletak tak jauh dari Tanjong Sial. Romphius meyebut baik di luar maupun di dalam Hoamual terdapat tiga negeri Utama, Luhu, Kambelo dan Leisidi. Itu berarti titik pusat pemerintahan tidak berada pada satu titik (Kerajaan). Hitu itu kerajaan, tapi Huamul Bukan kerajaan. Tapi nama wilayah. Dalam dokumen Portugis di sebut Varanula. Hoamual atu seram Kecil(Baca Romphius, Ambonsche Landbeeschrijving, sutingan Dr. Z. J. Manusama, ANRI 1983 halaman, 111-115, yang masih berbahasa Belanda)

    BalasHapus
  13. Kamu mmbaca dokumen yg udah dirubah2 nenek moyang kamu, kita orang Luhu ibu kota dari keraJaan HuamuaL tidak menyembunyikan atau merubah rubah fakta sejarah dari.moyang kita,

    BalasHapus
  14. Kalau kalian semua mau tau Maluku itu adalah pemberian nama dari kerajaan islam Huamual yang tertulis dari bahasa arab Al.MuLuk ( negeri raja raja) atau kepulauaan seribu jaya trus kerajaanku huamuale atatu salawa huaLeee,,, I love you huamuale luhu

    BalasHapus
  15. Kalau kalian semua mau tau Maluku itu adalah pemberian nama dari kerajaan islam Huamual yang tertulis dari bahasa arab Al.MuLuk ( negeri raja raja) atau kepulauaan seribu jaya trus kerajaanku huamuale atatu salawa huaLeee,,, I love you huamuale luhu

    BalasHapus
  16. Kamu mmbaca dokumen yg udah dirubah2 nenek moyang kamu, kita orang Luhu ibu kota dari keraJaan HuamuaL tidak menyembunyikan atau merubah rubah fakta sejarah dari.moyang kita,

    BalasHapus
  17. Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.

    BalasHapus
  18. Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.

    BalasHapus
  19. Sejarah itu bukan carita dongeng, alias "carita batu badaong" Sejarah itu ilmu yang punya metodologi, mengenal namanya Kritik Sumber, maka itu harus punya data, sejarah struktural (tentang kerajaan) didasarkan pada "no documen no histori (tidak ada dokumen tidak ada sejarah). Fakta, dalam sudut pandang sejarah itu bukan kenyataan. Tetapi itu interpetasi sejarawan terhadap data, dan didalamnya terdapat subjektifitas, Sebab pikiran sejarawan "ada" dalam nasasi sejarah yang ditulisnya, berdasarkan data yang ditemukannya. Dalam berbagai sumber sejarah tentang Sejarah Perdagang Rempah di Maluku, termasuk Hoamual, tidak menyebut Kerajaan Hoamual, hany Anda saja yang menyebut Kerajaan Hoamual. Karena Hoamual adalah nama wilayah, bukan nama Kerajaan. Wilayah itu di bawah kuasa Kesultanan Tarate abad-16 hingga awal abad ke 17. jika itu disebut kerajaan Huamual, maka itu sejarah yang diciptakan, bukan sejarah yang ditemukan. Jangan menciptakan sejarah, karena sejarah itu harus diungkap berdasarkan apa yang ada, apa yang terjadi, bukan sebagaimana yang di kehendaki. Apakah anda punya data tentang Kerajaan Huamual, jangan bilang kalau "DATA" itu dari KAPATA." Karena KAPATA itu nyanyian rakyat (FOKLOR), yang dapat dijadikan sumber sejarah jika periode peristiwa itu tidak dapat dijangkau. Dan itu adalah gambaran realitas, bukan realitas dari sebuah peristiwa (baca filsafat sejarah). Jadi jang carita batu badaong ADAM WALIULU, silahkan buktikan jika kamu punya data tentang KERAJAAN HUAMUAL.

    BalasHapus