Sejarah Alif'uru

00.39

Daerah pemerintahan selama Kerajaan Nunu Saku berdiridilanjutkan dalam Kerajaan Sahulau, (kedua kerajaanini mempunyai daerah pemerintahan yang sama) yaitu:sebelah utara dinamakan "Hono Ulu / Uru",sebelah timur "Hua Ulu / Uru",sebelah selatan "Nua Ulu / Uru" atau "Na Ulu/ Uru" dansebelah barat "Bere Ulu / Uru", yang kini dikenalndengan nama "Buru".Orang-orang Alif'uru ini dikenal didunia luar padawaktu itu dengan nama Ina/In(i)a (Pesulima 42-44)Kerajaan Nunu Saku lenyap dan tidak dapat berfungsilagi, disebabkan oleh malapetaka yang maha dasyat yangmenimpua Nusa El Hak seperti keadaan yang dikemukakanoleh geolog William Haxby atau oleh "air baha" menurutversi Alkitab.Runtuhnya Kerajaan ini sesuai pula dengan TeoriRuntuhnya suatu Negara dan atau Kerajaan (Ilmu NegaraUmum dan Indonesia, Prof. Dr. C.S.T.Kansil, S.H:Christine S.T.Kansil, S.H., M.H, halaman 34-35).Tetapi yang jelas bahwa "Lamuri" / "Lemuria" atau yangdisebut dalam Kapata-Kapata tua : "El Muria" atau "ElMulia", adalah sisa peninggalan benua Mu yang amatluas (Op.cit).Dalam kehidupan dari Bangsa Alif'uru INA, ada 2 (dua)Generasi yang biasa disebut "SiwaLima".Generai 1 (Pertama) disebut PATASIWA yang terdiri dari9 (sembilan ) keturunan.Generasi II (Kedua) disebut PATALIMA yang terdiri dari5 (lima) Keturunan.Datuk leluhur kita menceritakan kejadian-kejadian yangterjadi (yang mereka alami dan rasakan) itu melualuKapatakapata, walaupun tidak dijelaskan tanggal, bulanatau tahun.Kapata itu berasal dari kata "KAPA PATA TITA".Kapa mempunyai arti :"Puncak Gunung yang berbentuktajam seperti jari terlunjuk ke langit".Pata, artinya :"Diputuskan secara difinitif dan takdapat dirobah", sedangkan "Tita" mempunyai arti :"Sabda", ucapan tegas.Kapa Pata Tita, artinya : "Ucapan-ucapan tegas yangtak dapat dirubah, yang naik keatas sebagai gunungberpuncak tombak tertuju ke Allah",Ucapan-ucapan yang suci dan mempunyai kekuatan yangdirahasiakan. Dan sebagian terbesar daripada Kapatakapata mempunyai lebih daripada dua arti dansewaktu-sewaktu mempunyai tiga pengertian(Boulan/Syauta, 25).Dari Kapata-Kapata Tua yang berikut mempunyai matarantai yang menghubungkan dengan Nuh, : "HUA MU ALE",demikian bunyinya :01. "HUA MU ALE", artinya : "Penampilan (benua) MUsewaktu Allah turun ke ruang lingkup hidup di sekitarkita".02. "NETE NUSAN JADI LOTEMENA", artinya : "Timbunantanah yang meluas (menjadi) besar".03. "NUNU SAKU JADI WAA HALE MULI", artinya :"Sewaktuair surut menjadikan berikut Nunu Saku".04. "SEI REWA TANUSAN JADI YANA MENA O", artinya:"Siapa yang tahu tanusang berbentuk (bisa jadi) yangsebelumnya" (adalah anak nusang).05. "SEI ULI NOHO DUME ROLA IKA KANIKE", artinya:"Siap Rumpun Rumah Nuh yang ada berkumpulbersama-sama".06. "LOYOTA WAI ELA ROLA MESE MESE", artinya:"Gelombang besar-besar yang kuat-kuat"(EmeEse=Berkuasa).07. "SINGGE TURU HUA MU ALE-LUHU WATA SIMOLALI",artinya: "Sampai tenggelamkan permukaan (benua) Muyang asli".

Kapata ini mengkisahkan kejadian air bah pada zamanNuh. Disini disebut Noho, mungkin nama aslinya NUHU.Pada ketika itu benua Mu, tempat kediaman merekahilang dari permukaan air. Kemudian mereka kandasdiatas himpunan tanah yang nampaknya kecil diataspermukaan air (laut), tetapi yang menjadi semakinbesar (dengan surutnya air laut), dan akhirnya menjadiNunu Saku. (Op.Cit.56).Dalam Kapata-Kapata tua yang berikut ini membuktikanbahwa gunung-gunung tinggi diseluruh kolong langit initergenang air laut. Menurut Alkitab Kejadian 7:20, AirBah itu setinggi 15 hasta atau 6.75 meter, sehinggasiang hari malam tertimbun air laut, yang disampaikandalam kapata-kapata tuanya sebagai berikut :01. HENA MASA WAYA WAIYA LETE HUNI MU A O ", artinya :"Negeri di tempat-tempat kediaman kita yang tinggi diMU, siang malam tertimbun air".02. "YURI TASI BEA SALA NE KOTIKA O", artinya : "Biladiusut asal usul kita semua orang-tidak salah ketikaitu".03. "A OLEH RUMA O RUMA SINGGI SOPA O", artinya:"Rumah kita turun temurun bertingkat tinggi asli".04. "O PAUNE ITE KIBI RATU HIRA ROLI O", artinya :"Kita semua tanpa kecuali sama saja seperti Raja".05. "HENA MASA WAIYA LETE HUNI MU A O" artinya :"Negeri kita yang tinggi di MU siang hari malamtertimbun air".06. "YURI TASI BEA SALA NE KOTIKA O", artinya : "Biladiusut asal usul kita semua orang-tidak salah ketikaitu".07. "BUANG E MU LABUANG E !", artinya : "Labuh manatempat berlabuh di MU !".08. "HASA HASA PULU MU LABUANG", artinya :"Berlayarlah dekat dekat pantai pulau MU-jangan yangsatu jauh dari yang lain dibawa pimpinan yangtunggal".09. "TANJONG E TENGO TANJONG E", artinya : "Tanjong-edimana ada tanjong e"10. "HASA HASA SOKI TENGO TANJONG", artinya :"Berlayar dekat dekat pantai sedikit lagi sudahkelihatan tanjong".11. "WELE WELE YO YURI WELE WELE YO", artinya : "Yaombak-ombak ! kita semua diatas ombak".12. "YA YAKI HITI UMA LETE SOPU YO", artinya : "Yangmemecah terangkat tinggi setinggi rumah tinggi yangkita puja itu".13. "WAYA TUTU HITU O !", artinya : "Timbunan airmenutup tujuh rumah turun temurun yang asli o !". Kapata-kapata ini mengkisahkan kembali air bah padazaman Nuh, tentang negeri-negeri di daratan/datarantinggi benua MU (benua yang hilang) dimana siang harimalam tertimbun air laut. Kapata ini mengkisahkantempat mereka dimana terdapat rumah-rumah didaratan/dataran tinggi tenggelam, dapat kitabayangkan, cocok dengan uraian geolog William Haxbyyang dikemukakan oleh Marcia Bartusiak dan peta bumi268 juta tahun sebelum masehi menunjukkan benua yanghilang tersebut.Mengenai Nuh terdapat juga dalam kapata kapata Tuayang berbunyi demikian :"Maanusa Manu Wei, Latu Pohon ee, Latu Selan eee, LatuAna Mena ee". artinya : "Pusat pertengahan bumi ini,mulai dari Raja Pohon Pertengahan (Latu Pohon ee =ialah Nuh), terus ke Raja-Raja turun temurun (LatuSelan ee) sampai kini dengan memulai dari anak-anakRaja yang sulung (Latu Ana Mena ee)".Maa = Pertengahan, Nusa = Tanah kering(pulau/benua/bumi). Manu = Sesuatu yang berharga darilangit / burung / ayam yang melambangkan kehidupanatau yang hidup, Wei = Terbagi-bagi / terpecah-pecah /berhamburan keseluruh dunia (bumi).Dalam Kapata-kapata Tua sesuai tradisi lisan yangmasih ada tentang tempat dimana bahtera Nuh kandas,adalah daerah Nunusaku yang disebut oleh mereka gunung"ARA". Kapata-kapata selanjutnya menyebut sebagai"Thene Selano" atau "Thene Serano", yang berarti yangmula pertama muncul atau yang mula pertama kering.Jejak pertama yang dibuat oleh Nuh dinamakan "MaaNusa".Maanusa Manu Wei artinya "Pusat Pertengahan Bumidimana Manusia (Bangsa Alif'uru keturunan PatasiwaPatalima = Siwalima yang adalah bangsa INA umat Allah/ yang hidup bersama Allah) tercerai beraikesekeliling permukaan bumi".....(Pesulima 119).Sela berarti "Berdiam / Beristirahat / Berhenti"Manusela menunjukkan tempat dimana Nuh sebagai manusiayang hidup dengan Allah (Saleh Hua) sudah datang untukberdiam dan beristirahat.Kapata-kapata Tua dari Nunu Saku , "NUH" digambarkansebagai pemimpin rakyat yang pertama dari orangAlif'uru sesudah air bah. Mereka menyebutnya : " MU -ENG ELHAK" atau "MUENG EL(H)AK" artinya : "MU" =tempat asal / pusat tempat tinggal dari Manu = Ayam =Lambang kehidupan dari manusia + ENG = "Penganjur /Pemimpin / Pelindung / Penghentar / Pelayan;"EL" = Allah; "HAK" = Agung / Besar / Penuh Kuasa.Jadi "MU ENG EL(H)AK" mempunyai arti secarakeseluruhan ialah : "Penganjur / Pemimpin / Pelayandari Allah yang Maha Besar dan Maha Kuasa / Perkasabagi umat manusia, ditempat (dibumi) dimana ia berada(berdiam) (Pesulima, 8).Seorang Mu Eng EL Hak dialah yang menguasai / menguruskepentingan manusia (Alif'uru = Siwa Lima) mau secarabadani / lahiriah pun secara rohaniah / agamaniah.Oleh sebab itu, seorang Mu Eng EL Hak mempunyai 3(Tiga) fungsi dalam dirinya, ialah : "Raja", "Imam"dan "Nabi".
Dikemudian hari, sesudah pembentukan kerajaan Sahulau,maka fungsi-fungsi ini telah dipecahkan menjadi duabahagian, untuk 2 (Dua) orang ialah :01. Upu Latu / Upu Latu Kabasaran.02. Mueng-Mueng Kerajaan, bukan lagi MUENG ELHAK.Upu Latu / Upu Latu Kabasaran memegang kekuasaan atasbidang duniawiah, sedangkan Mueng-Mueng Kerajaanmemegang kekuasaan atas bidang rohaniah, yangberhubungan dengan Upu El / Elo / Eli Lanit ee, UpuKahuresi Leha Banua / Buwana.Bangsa Alif'uru adalah orang-orang yang pertama yangmendiami Nusa El Hak.Dalam bahasa tua Nunusaku Ucapan-ucapan dari bangsaAlif'uru terkenal antara lain "0-Loa Nusa Hiti Nusa,Solo Hua eee Maun eeel", artinya : "Turun pulau atauturun pulaukah dengan Allah atau sejahtera Allah tetapbeserta / menyertai kita".Sesudah runtuhnya kerajaan Nunu Saku dengan ibukotaNunu Saku disebabkan bencana alam yang maha dahsyatmaka banga Alif'uru mulai membangun kembali ibukotadan kota-kota, negeri-negeri, atau pemukiman yangbaru. Mereka menyusun kembali suatu strukturkehidupan masyarakat dan tata pemerintahan yang baru.Perpecahan pada induk Nunusaku menyebabkan Tiga Latuturun masing-masing :01. Latu Polanunu, menyusuri batang air Eti.02. Latu Pasanea, menyusuri batang air Sapalewa.03. Latu Tomatala, menyusuri batang air Tala.Sedangkan Latu Kapitan Besar tinggal menjaga kebesaranNunusaku sampai hari ini.Perpecahan ini melangkah terus dengan suku Ainu dariAinuwele yang berlayar ke timur terakhir singgah diJepang yang menjadi suku asli bangsa Jepang sekarang.Teno Heka merupakan seorang tokoh Jepang sebagai dewayang sebenarnya adalah Teono Heka atau Teon Heka yangmerupakan salah satu Teon mata rumah yang hilang diMaluku dari bangsa Alif'uru sampai hari ini.Mereka keluar dengan membawa semua pusakanya yangdipuja sampai hari ini di Jepang antara lain bulansabit.Kesamaan besar terdapat pada cawat yang dipakai danbahasa yang berdisiplin sama dengan bahasa bangsaAlif'uru.Bahasa yang dipakai oleh Bangsa Alif'uru, ada 2 (Dua)Golongan Besar yaitu : Bahasa ALUNE (Alif'uru Gunung);dan Bahasa WEMALE (Alif'uru Pantai). Bahasa Wemalekemudian mengalami perubahan-perubahan, sesuai denganPerpecahan Kerajaan Sahulau menjadi Kerajaan-KerajaanKecil dan atau Negeri-Negeri Kecil dengan Bahasamasing-masing yang berjumlah diatas 100 (Seratus)macam, namun tetap memiliki disiplin dan atau pangkalbahasa yang sama.Sejarah perjalanan perahu Belang yang pada umumnyamerupakan kapal tua bangsa Maluku bisa mencapaiSkandinavia yang terkenal dengan bangsa Viking(Swedia, Norwegia, Finlandia, Denmark) yang memakaiarumbai kepala nagga, ekor naga pada belakang perahudan memakai layar seram (Layar segi empat).Disamping itu mereka memakai topi perang yangmempunyai tanduk ujung dua dikepala melambangkanbangsa Ina yang ada di Maluku (Topi bertanduk tigabangsa Inama, bertanduk satu bangsa Ama). Bangsa Amadapat dilihat pada keturunan Cina yang keluarberperang dengan topi tanduk satu.Dipulau Seram atau Nusa Ina yang merupakan indukperpecahan terdapat Inama yang memakai topi bertanduktiga.Batavia adalah nama Jakarta yang diberikan oleh JanPieterzoon Coen mengingatkan moyang mereka yangterkenal sebagai laki-laki perkasa yang berkelahi dariEropa Utara (Skandinavia) sampai ke Jerman. Bataviadiambil dari kata Batavier atau Batafur atau Batafuruyang merupakan seorang saudara laki-laki Alif'uru yangputih yang berlayar jauh dengan arumbai belangmeninggalkan Nusa Ina menuju ke suatu tempat yangsegala sesuatunya putih (waktu itu terjadi musimsalju).Bangsa Alif'uru merupakan suatu bangsa induk yang tuasekali yang tidak dapat dibohongi dengan pembuktianyang ada di alam. Sebab manusia dengan segalakepandaiannya dapat memutar balikkan segala fakta yangada dibumi sesuai jaman dan kekuasaannya, tetapi alamtidak pernah berbohong.
 Salam Alifuru Satu Darah!

You Might Also Like

8 komentar

  1. Oh... Jadi ini toh,, yang di maksut Molluca Of Alif Uru....

    Trimakasih infonya bro..

    BalasHapus
  2. luar biasa bung sajiannya, beta kagum baca akg..
    tapi blh tau referensinya dari mana ini ya bung?

    BalasHapus
  3. penggabungan sumber" terpercaya bung e :)

    BalasHapus
  4. bung setujukah ada yang berpendapat kalau Moyang orang maluku adalah orang Yahudi ?? cek disini http://media.kompasiana.com/buku/2011/10/31/ternyata-moyang-orang-maluku-adalah-bangsa-yahudi-406217.html terima kasih.

    BalasHapus
  5. mantap...ini yang diambil dari buku Man of Sunrise atu bukan???? terjemahan Corputty.

    BalasHapus
  6. Itu yg di tulis prof. Ayawaila "Kabasarang" itu salah, seharusnya IRA'i / IRA yg artinya besar bukan kabasarang, tidak ada satu pun negeri adat yg kenal kata kabasarang.
    Lalu yg kedua Nusahulawano (pulau suci berkelimpahan) seharusnya nusahalawane (pulau keemasan/pulau emas) yg merunjuj kpd pulau nusalaut. Tau bahasa baru bisa tau bangsa yg sebenarnya. Salam tukel.

    BalasHapus
  7. Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.

    BalasHapus