Jumat, 16 Desember 2011

NEGERI ULLATH

ULLATH DULU,KINI,ESOK

Penulis Cerita ( Ny. A.K. Nikijuluw )




Menutur kisah tentang hidup selalu bermakna, tersaji kearifan dalam setiap peristiwa. Hidup punya kisah. Menoleh kebelakang, ke hari-hari yang telah lampau memang mempunyai nilai sejarah tersendiri. Dan tetap ada gunanya. Dalam kotak masa lampau itulah tersimpan semua pengalaman kita secara pribadi maupun bersama-sama, entah kita sadari atau tidak.
• Kehidupan berputar laksana roda pedati, melewati jalan berbatu dan bercadas, melewati lading hijau rerumputan….lihat ….dengarkanlah…ini kisah tentang kami, dalam lintasan waktu Ullath punya cerita, punya banyak nama …. Ullath….doeloe, kini dan esok.
Engkau telah diciptakan oleh-Nya, bukan sebuah kebetulan engkau ada di bumi ini, terlahir dan terangkul masuk dalam kerahiman bumi di negeri Beilohy Amalatu. Biarkan ada ruang antara kebersamaan itu, tempat angin surga menari-nari diantaramu, berkasih-kasihlah, namun jangan membelengu kasihNya….biarkan kasihmu mengalir bagaikan air hidup yang lincah mengalir diantara pantai kasihmu dengan mereka…
• Ullath nama negeri ini sebenarnya berasal dari bahasa daerah Maluku yaitu ‘urat’ yang berarti ‘jamur kilat’. Jamur kilat adalah sejenis jamur atau cendawan yang hidupnya di hutan. 2 hal yang khas dari jamur kilat ini yaitu dapat mengeluarkan cahaya dan terutama tampak pada malam hari dan biasanya hidup secara berkelompok. Menurut cerita rakyat, nama ini diberikan oleh karena negeri ini dibangun pada malam hari dengan mempergunakan benda ini sebagai alat penerangan.
• Apa arti sebuah nama ? begitu penting menutur kisah tentang diri. Dengan nama engkau dikenal. Dengan nama engkau ekspresikan dirimu, dengan nama engkau ada, bukan sekedar ada tetapi engkau dikenal dan juga dikenang. Ullath bukan saja nama negeri ini, tetapi sering disebut juga dengan nama “Beilohy Amalatu” dan “Ama Leka-lekano” Beilohy mempunyai arti miring, sedangkan Amalatu, yang terdiri dari dua suku kata yaitu : Ama yang berarti Bapa dan Latu berarti Raja. Jadi Beilohy Amalatu merujuk pada pengertian : “Raja yang memerintah atau berkuasa pada negeri yang miring letaknya”. Memang kenyataan membuktikan bahwa keenam negeri lama Ullath itu , selain terletak diatas gunung yang dibatasi dengan tebing-tebing batu, kebanyakan diantaranya letaknya agak miring. Maka negeri-negeri tersebut (negeri-negeri lama itu) disebut demikian sebagai suatu ‘tanda’ atau ‘teun negeri’. Sedangkan Ama Leka-lekano berasal dari kata Ama yang berarti Bapa tapi dalam hal ini diartikan dengan kata negeri dan Leka-lekano berarti negeri yang bergoyang-goyang. Jadi Ama Leka-lekano berarti negeri bergoyang-goyang, disebut demikian karena negeri tersebut menurut Alm.bapa Gani Patty karena negeri tersebut biasa berpindah-pindah tempat. Yaitu pada waktu negeri itu masih berada di gunung sesungguhnya keenam buah negeri lama itulah yang pada hakekatnya berasal dari sebuah negeri yang telah berpindah-pindah.
Ada cerita tentang asal orang negeri Ullath. Konon ada tiga orang bersaudara…. Kasim (kakak sulung), Tasim (kakak tengah) dan Abdullah Nekaulu (adik bungsu), disebut-sebut sebagai tiga moyang bersaudara yang menitiskan keturunan bagi tiga negeri di pulau Saparua, Tuhaha,Iha dan Ullath. Berasal dari Nunusaku, menggunakan sebuah kora-kora,”Matita Toma Nusa”- yang artinya “Mari kita mencari pulau”. Berlabuh di Putiori –sebuah tempat yang berarti putih dari laut sampai ke darat, diduga adalah bagian barat negeri Itawaka… disini ….Kasim menuju ke Amaihal, yaitu bekas negeri Iha sekarang…. Tasim menuju ke Huhule, yang merupakan negeri lama Tuhaha, dan Abdullah Nekaulu kemudian berlayar menyususr pantai menuju ke Amahatu, yang merupakan negeri lama Ullath.
“Anai apa wa ama tolu, ana cucu di tiga negeri akakui amitine musiutil tuatapalimian, supaya mou aimutan” artinya : semua apa yang dibuat oleh tiga moyang ini, anak cucu di tiga negeri harus ikut kami punya tempat kaki, supaya jangan duri tikam)
• Sabda alam mengkisahkan damai, saling mencintai sejatinya manusia, terpatri janji dibawah kaki langit, aku akan menemanimu dalam setiap nafasmu, mencintaimu lebih dari setiap harinya, tidak membiarkan duka menghampirimu, hari esok dan selamanya. Bersamamu menata masa depan, tak peduli berapa banyak airmata. Janji ini tetap dipegang, itulah jiwa persaudaraan sejati, adik dan kakak saling menghidupi.
• Bersama berkayu perahu, mendulang harapan demi hidup.itulah kisah dari keenam negeri yang menyatu dalam sebuah waktu, mematri janji dalam diri menjadi satu dalam keabadian. Keenam negeri lama dulunya berada di gunung dan kemudian oleh Gubernur Arnold de Vlamingh, yang pada waktu itu berkedudukan di Ambon, diperintahkan untuk turun ke pantai.
o ITALILI,artinya Guntur-kilat, menurut cerita rakyat, negeri ini dinamakan demikian karena dibangun pada aktu terjadinya Guntur-kilat. Namun ada keterangan lainnya yang mengatakan bahwa ditempat ini pernah terjadi suatu perang dasyat antara tiga moyang bersaudara, Kasim, Tasim dan Abdullah Nekaulu. Italili menjadi rebutan, potong memotong, tangkis menangkis dengan parang salalwaku.tidak ada yang menang, tidak ada yang kalah. Mereka bersepakat di Amahatu, tanda perjanjian termetrai dalam bentuk sebuah batu peringatan yang terdapat di hutan Sole. Batu itu berbentuk seperti sagu selempeng dan disebut, “hatu pau sinyp hulane amatolu” menjadi peringatan untuk menjaga persaudaraan, hindari perpecahan hubungan persaudaraan yang sudah ada. Amatelu sou
Wase hena mase
Sei hale hatu, hatu hosepsi
Sei lese sou, sou hale lessipai
Artinya :
Tiga bapa berjanji
Selama matahari ada
Siapa bale batu, batu tindis dia
Siapa langgar janji, janji hukum dia.
• Italili merupakan bekas negeri lama Ullath yang terletak antara tapal batas tanah-tanah petuanan negeri Iha, Tuhaha, Ullath dan Itawaka.
Amatelu tulu
Tulu titalala soa yamalatu
Tupa sibicara sama-sama silo tolu
artinya :
tiga bapa / moyang turun
berjalan menuju Amahatu
mereka berbicara / berunding
sama-sama untuk tiga batas.
o SOPAKE,berarti tempat bapake (yang dimaksud disini adalah berpakaian, biasanya dalam upacara adat, terdapat orang-orang tertentu yang memegang fungsi-fungsi tertentu pula. Dan biasanya mereka menggantikan pakaian mereka yang biasa dengan pakaian adat di tempat ini . misalnya, tua adat, kapitan dan lain-lain. Selain itu umumnya bekas negeri lama ini dianggap lebih seram atau lebih menakutkan dari bekas-bekas negeri lama bila di lalui. Agaknya tempat ini merupakan pusat kegiatan maueng sesuai dengan fungsinya. Bekas negeri lama ini kecil saja dan disekitarnya terdapat lebih banyak tanah-tanah pertanian dari family Patty.
o YALESI, berarti ‘yang sisa’. Besar kemungkinan negeri ini dibangun terakhir sekali pada sisa tanah kosong yang masih ada
o AMAHATU,atau yang biasa disebut Amalhatu, artinya negeri berbatu. Negeri tersebut terletak diatas gunung pada bukit batu, dibatasi oleh tebing-tebing yang curam.negeri lama ini adalah yang terbesar dan merupakan negeri pertama di bangun, sehingga negeri ini dijadikan sebagai desa induk. Negeri ini pertama-tama didiami oleh family Sapulette, sehingga sekarang ini family Sapulette mempunyai tanah-tanah dati yang cukup banyak.
o NOKAU,berarti Noul merah, yaitu sejenis ikan berbisa.disebelah selatan negeri lama ini kedapatan sebuah dusun yang hamper sama namanya ialah ‘Hakakaul’. Dikirakan istilah Nokau ataupun Hakakaul ialah bahasa tanah. No artinya enam, Kaul artinya Iparsedangakan Haa artinya Empat, jadi Nokaul berarti enam beripar dan Hakakaul artinya empat beripar. Besar kemungkinan bahwa negeri lama Nokau itu dibangun oleh orang-orang yang masih memeiliki kekerabatan ipar beripar.
o PUTIMAHU,atinya maputih. Yang dimaksudkan ialah kurang subur. Akan tetapi kenyataan ini tidak namapak pada waktu ini lagi.mungkin pada awalnya ketika negeri ini dibangun, tempat in I kurang subur dan lamabat laun melalui usaha terus menerus maupun proses alam sehingga ketidaksuburan itu sudah tak Nampak lagi untuk waktu ini.
• Bernyanyilah dan menarilah dalam segala sukacita, hanya biarkanlah masing-masing menghayati ketunggalannya. Tali rebana masing-masing punya hidup sendiri, walau lagu yang sama sedang menggetarkannya. Tegaklah berjajar, namun jangan terlampau dekat…. Buatlah irama hidup mengkisah tentang dirimu, yang pernah ada dalam sebuah waktu. Berproses dalam keunikan sendiri tetapi memberi warna kebersamaan.
• Dengarkanlah bisikan fajar yang merekah, pandanglah ruang di negeri ini, ada mereka yang berdiam..mengukir karya, meneruskan hidup, mematri sejarah dengan keberadaannya. “Sopa” sebuah acara dalam rangkaian acara adat bertutur tentang nama-nama diri, bukan sembarang nama. Setiap nama punya cerita, setiap nama punya peran. : Latu Nekaulu, Salayakepatty, Newotoulo, Pesisamalo, Lilihuapelu, Parinusalatu, Sapulette, Tulalesia, Lusikoy, Soulisabessy, Lawalata, Lekasila, Sahetapi, Litaay, Hakamoli, Latumutuane, Patimanuwae, Sakakara, Beilohy) mereka adalah family-famili asli negeri. Dalam perkembangannya kemudian…… menurut catatan tua adat negeri Ullath alm.Bpk.Gani Patty,
o Latu Nekaulu (Nikijuluw) – Pemerintah Negeri ;
o Salayakapatty (Pattipeilohy) –Kepala Soa
o Newotoulu (Toumahu) – Kepala Soa
o Pesisamalo (Siwabessy)- Kepala Soa
o Parinusalatu (Telehala) – Kepala Soa
o Lilihuapelu (Toisuta) – Kepala Soa / Marinyo ?
Bercakap dengan kata, ungkapkan pesan ilahi, negeri ini tetap bertuan jika demikian berilah diri selalu dalam bimbingan.
• Hidup ditepaki, setiap harapan menjiwai diri, setiap kebersamaan memberi daya. Setiap bimbingan mengarahkan langkah. Dalam perjalanan menata kehidupan di ini negeri, awalnya ketika negeri ini masih berada di gunung, maka jabatan raja masih berada dalam tangan family Pattipeilohy. Ini jelas terlihat dari arti nama family Pattipeilohy itu sendiri, yaitu bahwa Pati artinya Raja dan Beilohy artinya negeri miring. Jadi Pattipeilohy berarti : Raja yang memerintah di negeri miring. Di kalangan masyarakat, Pattipeilohy dikenal sebagai Raja Gunung. Kemudian dalam perkembangannya jabatan raja ini dialihkan kepada family Nikijuluw, sewaktu masyarakat disatukan dan turun ke pantai menjadi sebuah negeri di Nual. Penggantian ini disebabkan karena family Pattipeilohy tidak senang dan anti pemerintah Belanda. Ada kapata ;
o Upu latu Beilohy pamali ni waranta (Raja Beilohy anti Belanda) Latu Italili, heu soulepake nisinelewau latu Nekaulu ( Raja Italili lepas dan di alihkan kepada raja Nikijuluw)
Dalam kapata ini disebutkan raja Italili, sebab pemerintahan pada waktu itu berpusat di Italili dan family Pattipeilohy sebagai raja yang mendiami negeri lama Italili. Nikijuluw dipilih sebagai pengganti Pattipeilohi karena Nikijuluw adalah adalah turunan dari seorang tokoh yang terkenal berani dan mempunyai pengaruh yang besar dalam masyarakat dan dianggap sebagai orang yang berwibawa. Berhubung dengan itu pula , Nikijuluw adalah ipar dari family Pattipeilohy. Sejalan dengan proses turun ke pantai dan peralihan pemerintahan negeri itu, maka negeri yang baru itu diberi nama “Ullath”. Pemberian nama baru ini dilakukan demi mengabadikan nama negeri asal moyang Abdullah Nekaulu, yaitu “Ullatho” yang terdapat di seram Selatan. Kemudian tempat dibangun negeri baru itu disebut “Nual”, demi memperingati nama suku “Naulu” sebagai asal dari kebanyakan penduduk negeri Ullath, maupun nama tempat asalnya disekitar sungai Noalu. …..
Malam berpamit pada pagi…. Hari berganti menghadap jendela timur yang baru, perpindahan sudah berlalu….sebuah masa telah terlewati dalam untaian hari yang penuh makna, kurindu kembali ke rahiman asalku, negeri ku elok, semanis air pohon mayang, kau dikenal karena gula merahmu, kemanisanmu memancar ke seantero negeri… kau tetap berdandan diri dalam cermin waktu, kemarin kau ada… di kekinian waktu pun kau ada…. Kupastikan esokpun kau akan tetap ada, terpatri hidup dalam sejarahmu…. Lihatlah anak-anak negeri datang, berkaca diri pada sejarahnya…. Betapa ku dahaga akan diriku…. Ku mencari air dari perigi negeri…. Cambuk pun memanggut jiwa, ketika menatap keping-keping terhampar…..aku berdiri di tubir jurang tanpa dasar, antara yang pernah ada dan yang akan ada….kecut melompat di gelapan, kurasakan diriku terdorong, terjatuh bebas melampaui ruang, dibentuk dalam ruang waktu…. Tidak dalam tiga hari, tidak dalam seminggu…lapis demi lapis tersusun apik…. Kubuka lembaran diri… kubaca tentang mimpiku, mimpimu, mimpi kita…… hari ini usai sudah sua ini…. Akankah membekas ?!! Mari berkaca pada cerita diri, kita punya sesuatu yang perlu dijiwai.....
Semoga Bermakna Bagi Kita semua

0 komentar:

Poskan Komentar

Mengenai Saya

Foto Saya
Berdasarkan kecintaan saya akan tanah kelahiran dan dengan mengumpulkan tulisan dari berbagai sumber, Blog sederhana ini saya buat, saya berharap Blog ini bisa memberi informasi mengenai Sejarah dan Budaya Maluku bagi siapapun yang membaca. Jika ada yang kurang atau salah dalam penulisan saya mohon maaf sebesar-besarnya. TAVEA : -SEI HALE HATU HATU LISA PEI , SEI LESI SOU SOU LESI EI ! MENA MURIA! -KAPITAN MERAH- Son Of Alifuru

remember your roots

remember your roots
 
© Copyright 2035 Son Of Alifuru
Theme by Yusuf Fikri